Alkohol adalah stimulan yang dapat memperburuk kondisi atau menyebabkan kambuhnya penyakit, sehingga tidak dianjurkan untuk pasien dengan kutil.
Minum alkohol memengaruhi aktivitas limfosit dalam tubuh dan menguras vitamin C dan vitamin B tubuh, sehingga menurunkan kekebalan tubuh. Jika pasien terpapar kembali oleh virus, hal ini dapat meningkatkan risiko timbulnya kutil. Oleh karena itu, pasien dengan kutil harus berhenti minum alkohol sebanyak mungkin.
Anda harus memperhatikan kebersihan diri, pakaian, handuk, pakaian dalam dan barang-barang pribadi lainnya harus dicuci secara terpisah dari anggota keluarga, dan hindari berbagi bak mandi.
Selama masa pengobatan, Anda harus mengikuti petunjuk dokter, melakukan pemeriksaan rutin, dan secara aktif bekerja sama dengan pengobatan. Usahakan agar area lesi tetap bersih dan kering agar tidak menyebabkan infeksi sekunder.