Kolonoskopi elektronik, memungkinkan untuk mendeteksi kanker kolorektum, tetapi ada risiko melewatkan diagnosis. Kanker kolorektum biasanya dideteksi dengan menggunakan dua jenis kolonoskopi elektronik, yaitu sigmoidoskopi dan kolonoskopi total. Kolonoskopi elektronik memungkinkan visualisasi langsung mukosa usus besar dan pengangkatan tumor yang lebih kecil dan lebih awal. Sigmoidoskopi lebih singkat daripada kolonoskopi total, tetapi karena usus besar bagian akhir tidak diperiksa, maka ada risiko diagnosis yang terlewatkan. Sensitivitas sigmoidoskopi untuk mendeteksi kanker usus besar telah dilaporkan sebesar 60 hingga 70 persen, tetapi bervariasi menurut usia, jenis kelamin dan ras. Kolonoskopi secara keseluruhan sangat sensitif. Sensitivitas yang dilaporkan saat ini adalah sekitar 85% hingga 96%. Sensitivitas kolonoskopi total untuk mendeteksi tumor berukuran lebih dari 10 mm adalah 89% hingga 98%, tetapi kurang sensitif untuk tumor berukuran antara 6 hingga 10 mm (74,6% hingga 92,8%). Jika kolonoskopi elektronik diperlukan, konsultasi tepat waktu dan perawatan terstandardisasi sangat dianjurkan.