Pembesaran payudara adalah penggunaan implan berkualitas baik dan ukuran yang sesuai di lokasi yang sesuai seperti di bawah kelenjar atau di bawah otot pektoralis mayor untuk meningkatkan volume payudara, memperbaiki bentuk dan kesimetrisan payudara dan membuatnya terasa nyaman. Implan ini umumnya cocok untuk wanita yang kurus, tidak memiliki cukup lemak dan memiliki persyaratan tertentu untuk bentuk payudaranya, yang detailnya perlu dinilai di rumah sakit setelah wawancara dengan dokter. Meskipun implan payudara nyaman, indah, dan hanya sekali pakai, implan payudara juga memiliki beberapa kelemahan. Jangan menganggap implan sebagai sesuatu yang dapat bertahan seumur hidup; penuaan dapat terjadi dalam jangka waktu tertentu dan mungkin harus diangkat. Waktu retensi bervariasi karena berbagai alasan, seperti trauma, ekstrusi, dan penuaan tubuh. Saat ini, secara statistik, prostesis yang berkualitas baik dapat dipertahankan setidaknya selama 10-20 tahun. Waktu retensi yang tepat dari bentuknya perlu ditentukan oleh perubahan bentuk payudara, misalnya, jaringan pendukung, lemak, kulit, dan pemahaman estetika payudara dapat berubah seiring waktu, membuat efek pembesaran payudara yang lebih baik yang asli menjadi kurang diinginkan. Selain itu, setelah pembesaran payudara dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan tahunan (pemeriksaan fisik + USG) dan jika perlu MRI (pencitraan resonansi magnetik). FDA merekomendasikan MRI setiap 2 tahun setelah 3 tahun operasi, dan sesuai dengan situasi rumah tangga, disarankan agar MRI harus dilakukan sekali dalam 8-10 tahun dan setiap 2 tahun setelahnya untuk mendeteksi masalah tepat waktu dan mengatasinya sedini mungkin. Jika terjadi kontraktur atau perubahan bentuk pada implan, maka implan harus diangkat atau diganti.