Bayi yang baru lahir memiliki mata juling adalah hal yang normal. Bayi masih berkembang dan sangat mudah dibentuk dan dapat dimediasi melalui berbagai metode. Dalam beberapa bulan pertama kehidupan, otot-otot mata, khususnya yang mengatur gerakan mata, tidak berkembang dengan baik dan koordinasi bersama kedua mata tidak baik. Pada gilirannya, bayi biasanya terbiasa mengamati sekelilingnya dan berkomunikasi dengan orang tuanya dengan tatapan mata yang dalam dan tidak berkedip. Dikombinasikan dengan tulang hidung yang belum berkembang dan jarak mata yang dekat selama masa bayi, para orang tua muda selalu merasa seakan-akan bayi mereka melihat mata ke mata ketika mereka saling memandang dengan anak mereka sendiri. Pada saat ini, hal-hal berikut ini dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya kontak mata: i. Mendorong rotasi mata bayi. Dari perspektif karakteristik perkembangan penglihatan bayi, penglihatan anak meningkat setelah 2 bulan kehidupan dan ia sudah mampu menatap orang dan benda di sekitarnya. Pada saat ini, jika bayi tidur dalam buaian, tidak memungkinkan untuk menyiapkan mainan, benda-benda, dan apa pun di dalam ruang dalam jarak 1,5 meter dari buaian. Kedua, frekuensi menggulingkan mata harus ditingkatkan dan bayi tidak boleh ditinggalkan di keranjang bayi terlalu lama. Orang dewasa harus menggendong bayi setelah beberapa saat dan memutarnya sehingga anak dapat melihat apa yang ada di sekitarnya untuk meningkatkan frekuensi mata bayi berputar.