Cara menentukan gigi renggang tingkat tiga

Kerenggangan gigi (atau pergerakan gigi) mengacu pada tingkat pergerakan gigi asli atau implan ketika terkena gaya. Pada gigi asli, terdapat sejumlah pergerakan fisiologis pada setiap gigi, biasanya tidak lebih dari 0,2 mm, tetapi dengan adanya periodontitis atau trauma oklusal, derajat pergerakan gigi dapat meningkat secara signifikan. Tergantung pada tingkat kegoyangan gigi, ada tiga divisi klinis: I – III, yang biasanya ditentukan oleh dokter melalui pemeriksaan atau pengukuran profesional. I. Kriteria penilaian Ⅲ derajat kerenggangan gigi 1. Menurut ruang lingkup kerenggangan gigi: arah bukal dan lingual gigi (arah dalam dan luar) dari pergerakan lebih dari 2mm; 2. Menurut arah pergerakan gigi: gigi ada di arah bukal dan lingual (arah dalam dan luar), dekat dan jauh di arah tengah (arah kiri dan kanan) dan arah vertikal (arah atas dan bawah) dari tiga arah pergerakan, dapat dinilai sebagai gigi Ⅲ derajat kerenggangan. Kedua, metode penilaian gigi Ⅲ derajat pelonggaran 1, metode pengukuran tradisional: tradisional juga merupakan klinis domestik saat ini telah menggunakan metode ini, yaitu dokter menggunakan tang gigi atau jari yang memegang gigi yang terkena gemetar, dengan gigi yang berdekatan atau tanda perubahan posisi relatif untuk memperkirakan tingkat pelonggaran. Ini hanya didiagnosis ketika ada gerakan yang terlihat pada gigi yang terkena dan tidak cocok untuk diagnosis dini penyakit periodontal. 2, Pengukuran instrumen pengukuran gerakan gigi: penggunaan berbagai instrumen pengukuran gerakan gigi, seperti instrumen pengukuran perpindahan gerakan gigi tipe LHLY, dapat mengurangi kerusakan pada instrumen pengukuran gigi, dan dapat menjadi indeks pengamatan yang lebih akurat, memiliki signifikansi praktis klinis yang lebih besar.