Obat-obatan memiliki efek pada antigen karsinoembrionik, seperti antibiotik dan obat-obatan yang mempengaruhi saluran pencernaan, dll. Antigen karsinoembrionik dapat dianggap sebagai semacam penanda tumor, spesifisitas dan sensitivitasnya tidak tinggi, dan hanya dapat memainkan peran tambahan dalam diagnosis. 1. Antibiotik: efek antibiotik pada antigen karsinoembrionik terutama akan menyebabkan gangguan flora normal di dalam tubuh, yang akan memiliki efek tertentu pada tubuh. Selain itu, antigen karsinoembrionik adalah sejenis penanda tumor spektrum luas, yang dapat mencerminkan keberadaan berbagai jenis tumor. 2. Obat-obatan yang mempengaruhi saluran pencernaan: seperti tablet kolkisin, tablet roxithromycin, dll. Obat-obatan ini dapat meningkatkan aktivitas usus besar, sehingga menyebabkan diare dan berfluktuasi antigen karsinoembrionik, yang berfluktuasi dengan amplitudo yang sangat kecil, dan setelah menghentikan obat, dapat membuat nilai antigen karsinoembrionik kembali normal. Obat-obatan memiliki efek pada antigen karsinoembrionik, dan disarankan agar pasien mengikuti petunjuk dokter saat mengonsumsi obat. Biasanya, pasien harus lebih banyak beristirahat, menghindari kerja berlebihan, menghindari minum alkohol, agar tidak mempengaruhi saluran pencernaan. Jika antigen karsinoembrionik meningkat dan dicurigai terkait dengan obat-obatan, disarankan untuk mengulangi pemeriksaan setelah menghentikan obat.