Pendinginan fisik adalah proses menurunkan suhu tubuh bayi dengan cara mempercepat pembuangan panas dari kulit secara fisik. Metode pendinginan fisik untuk bayi termasuk mengompres dengan es, mandi air hangat, mengompres dengan koyo penurun panas, minum lebih banyak air hangat, dan mengurangi pemakaian pakaian. Metode utama: 1. Es: oleskan kompres es yang dibungkus dengan handuk katun bersih ke bagian atas kepala, dahi, leher, ketiak atau selangkangan dan lokasi lain dengan pembuluh darah yang padat, sehingga berperan sebagai pendingin; 2. Mandi air hangat: mandi air hangat atau gunakan handuk hangat untuk menyeka leher, ketiak, selangkangan, dan lokasi lain yang memiliki pembuluh darah yang kaya, yang dapat membantu menghilangkan panas, perhatikan kontrol suhu air pada suhu 36-38; 3. Mengoleskan gel penurun panas: oleskan gel penurun panas ke bagian tubuh yang terkena panas. Air dalam gel menguap dan menguapkan kelebihan panas dalam tubuh, sehingga mencapai efek menurunkan suhu tubuh, biasanya dengan mengoleskannya ke dahi bayi atau bagian belakang leher; 4. Minum lebih banyak air hangat: beri makan bayi lebih banyak air hangat untuk membantu berkeringat dan buang air kecil, sehingga sisa metabolisme dan racun dalam tubuh dikeluarkan melalui keringat dan air seni, dan juga mengisi kembali air tubuh pada waktunya untuk menjaga keseimbangan elektrolit; 5. Kurangi pakaian dan selimut: Anda dapat melakukannya dengan mengenakan lebih sedikit pakaian dan menutupi lebih sedikit selimut. Tingkatkan perbedaan suhu antara permukaan tubuh dan lingkungan untuk mendinginkan bayi melalui pelepasan panas, tetapi perhatikan kenaikan dan penurunan suhu secara tepat waktu untuk menghindari bayi masuk angin. Catatan: 1. Meskipun menyeka dengan alkohol dapat melebarkan pembuluh darah dan menghilangkan panas tubuh saat menguap, kulit bayi sangat lembut dan stratum korneumnya relatif tipis. Jika demam tidak kunjung reda, bayi harus mencari bantuan medis dan dirawat oleh dokter untuk mengetahui penyebab awal demam.