Apa saja gejala vaginitis?

Vaginitis biasanya disebabkan oleh trikomonas vaginitis, vaginosis bakterialis, vaginitis atrofi, dll. Gejalanya biasanya berupa keputihan yang meningkat, gatal-gatal pada vulva, nyeri saat berhubungan seksual, dll. Dapat diobati dengan obat-obatan seperti metronidazol, tinidazol, klindamisin, dan tibolon.
1. Trichomonas vaginitis: biasanya gejala utama pasien adalah keputihan yang meningkat, berbusa, gatal atau nyeri pada vulva, nyeri saat berhubungan seksual, dll. Obat yang umum digunakan adalah metronidazole, tinidazole dan sebagainya.
2. Vaginosis bakteri: gejala utamanya adalah keputihan yang meningkat, bau, umumnya 10% hingga 40% pasien tanpa manifestasi klinis, obat yang umum digunakan adalah metronidazol, klindamisin, dan sebagainya.
3. Vaginitis atrofi: terutama terlihat pada pasien pascamenopause, gejalanya adalah keputihan yang meningkat, ketidaknyamanan pada vulva, gatal-gatal pada vulva, dan disertai dengan hubungan seksual yang menyakitkan. Pasien dapat diobati dengan suplementasi estrogen, seperti tibolone.
Jika gejala-gejala di atas muncul, disarankan agar pasien secara aktif mencari saran medis untuk mengidentifikasi penyebab penyakit, dan menggunakan obat di bawah bimbingan dokter profesional, dan tidak menggunakan obat secara pribadi, untuk menghindari efek samping.