Apa perbedaan antara kejang dan epilepsi?

Kejang adalah disfungsi otak sementara yang disebabkan oleh pelepasan neuron sinkron yang berlebihan di otak, biasanya disebut sebagai proses kejang tunggal.

Sebaliknya, epilepsi mengacu pada sekelompok gangguan atau sindrom yang merupakan disfungsi otak kronis berulang yang ditandai dengan kejang berulang. Riwayat kejang sering kali diperlukan untuk mendiagnosis epilepsi, dan adanya kejang tidak cukup untuk mendiagnosis epilepsi dan sering kali perlu dikombinasikan dengan informasi klinis lainnya tentang pasien.

Epilepsi sering dibagi menjadi tiga kategori, tergantung pada penyebabnya.

Epilepsi idiopatik (primer): epilepsi yang etiologinya tidak diketahui, sebagian besar terkait dengan faktor genetik, sering dimulai pada usia tertentu, dengan gejala klinis yang khas dan manifestasi EEG, dan dengan kriteria diagnostik yang lebih pasti.
Epilepsi simtomatik (epilepsi sekunder): epilepsi disebabkan oleh berbagai lesi otak yang pasti atau mungkin terjadi, seperti malformasi kongenital tengkorak, cedera otak traumatis, infeksi intrakranial, keracunan, tumor otak, penyakit serebrovaskular, dll.
Epilepsi kriptogenik: manifestasi klinis yang menunjukkan gejala epilepsi tanpa penyebab pasti yang ditemukan, yang mungkin dimulai pada usia tertentu tetapi tanpa fitur klinis dan elektroensefalografi yang spesifik.