Apakah dermatitis seboroik pada rambut menular?

  Dermatitis seboroik memiliki patogenesis yang kompleks dan merupakan kondisi inflamasi yang didasarkan pada seborrhea, yang mungkin terkait dengan peningkatan produksi sebum atau perubahan komposisi kimianya. Namun, penyebab pasti dermatitis seboroik tidak diketahui. Mikroorganisme yang hidup pada kulit seperti jamur juga dapat menyebabkan dermatitis seboroik. Dermatitis seboroik bukan akibat infeksi dan tidak menular.  Orang dari segala usia dapat mengembangkan dermatitis seboroik, termasuk bayi, dan ini lebih sering terjadi pada pria daripada wanita.  Ini cenderung terbatas, awalnya di kepala, dan dalam kasus yang parah dapat berkembang ke wajah, di belakang telinga, ketiak, dada bagian atas, daerah interskapular, umbilikus, vulva dan selangkangan. Lesi awal adalah papul inflamasi perifolikular yang berkembang menjadi bercak kuning-merah dengan ukuran bervariasi, dengan batas yang jelas dan ditutupi dengan sisik berminyak atau kerak. Lesi yang lebih ringan di kepala adalah bercak bersisik putih keabu-abuan kecil atau berminyak dengan dasar yang memerah, tergantung pada lokasi dan tingkat keparahan kerusakannya. Dalam kasus yang parah, sebagian besar kulit kepala terlibat, ditutupi dengan kerak berminyak yang tebal, yang mungkin memancarkan dan memiliki bau amis.  Dermatitis seboroik adalah kondisi yang relatif umum, tetapi bukan merupakan penyakit menular. Hal ini dapat disembuhkan dengan perawatan yang tepat.