Di rumah sakit, penderita diabetes dan keluarganya sering mengajukan beberapa pertanyaan: Bagaimana saya harus memperhatikan pola makan saya bila saya menderita diabetes? Makanan apa yang bisa saya makan dan makanan apa yang tidak bisa saya makan? Jelas bahwa kebanyakan orang tidak memahami persyaratan diet penderita diabetes. Pola makan merupakan bagian penting dari pengobatan diabetes yang komprehensif dan berkaitan erat dengan kualitas hidup pasien. Makan dengan baik dan makan dengan benar dapat mengendalikan perkembangan diabetes secara lebih efektif.
Pertama, penderita diabetes harus belajar menghitung kandungan kalori total makanan. Kita bisa menggunakan rumus sederhana untuk mendapatkan berat badan ideal (kg) = tinggi badan (cm) – 105. Orang dewasa membutuhkan 25-30 kkal per kg berat badan ideal per hari saat istirahat, 30-35 kkal untuk kerja fisik ringan, 35-40 kkal untuk kerja fisik sedang dan 40+ kkal untuk kerja fisik berat. Hal ini dapat ditingkatkan untuk anak-anak, wanita hamil, ibu menyusui dan orang yang kekurangan gizi, dan dikurangi untuk orang yang obesitas. Kemudian hitung jumlah total kalori yang dibutuhkan setiap hari.
Ketika memilih jenis makanan, karbohidrat (nasi, mie dan makanan pokok lainnya) harus mencapai 50-60% dari total kalori dalam makanan. Protein (susu, kacang-kacangan, telur, ikan dan udang, dll.) harus mencapai 10-15% dan lemak (kacang tanah, biji wijen, makanan yang digoreng, daging berlemak, jeroan hewan, dll.) harus menyediakan tidak lebih dari 30% dari total kalori. Karena makanan kaya serat dapat memperlambat penyerapan makanan dan mengurangi lonjakan gula darah postprandial, penderita diabetes harus makan lebih banyak sereal dan sayuran kaya serat. Asupan garam harus dibatasi kurang dari 6 gram per hari. Konsumsi alkohol dapat menyebabkan fluktuasi glukosa darah, dan minum alkohol dalam jumlah besar saat perut kosong dapat menyebabkan hipoglikemia parah yang sulit dideteksi.
Kedua, setelah Anda menentukan jumlah total kalori dan komposisi gula, lemak dan protein dalam makanan Anda setiap hari, Anda dapat membuat resep Anda sendiri dengan mengubah kalori menjadi makanan berdasarkan 4 kkal per gram gula dan protein dan 9 kkal per gram lemak. Distribusi kalori 1:2:2 atau 1:1:1 di antara ketiga waktu makan dianjurkan.
Apabila memilih makanan untuk penderita diabetes, aturan dasarnya adalah mengurangi makanan yang cenderung meningkatkan gula darah dengan cepat, dan makanan yang tinggi gula atau lemak atau pati. Mereka mudah diubah menjadi glukosa. Misalnya, permen, pengawet, minuman ringan, biskuit manis, roti manis, kue-kue kering, daging babi panggang, pangsit, kentang, jagung, dan talas mengandung kadar gula atau pati yang tinggi dan rentan terhadap gula darah tinggi setelah dikonsumsi. Dan jeroan hewan, kuning telur, daging berlemak, kacang tanah dan kenari mengandung lemak tinggi, yang menyebabkan peningkatan risiko aterosklerosis pada penderita diabetes.
Dalam hal kebiasaan makan, penderita diabetes dapat mempelajari beberapa kiat. Para ahli gizi menganjurkan agar penderita diabetes harus makan makanan dan camilan secara teratur sesering mungkin untuk menghindari fluktuasi gula darah. Makanlah yang kering, bukan yang encer, keras, bukan yang lembut, karena semakin encer dan lembut makanannya, semakin mudah dicerna dan semakin cepat gula darah naik. Makanlah yang hijau bukan merah, artinya makanan hijau umumnya lebih rendah gula daripada makanan merah dan cocok untuk penderita diabetes.