Bisul api, yang dikenal dalam istilah medis sebagai bisul, adalah peradangan purulen akut pada folikel rambut dan jaringan perifolikular. Bisul api biasanya muncul sebagai papula atau nodul inflamasi pada folikel rambut, yang berbentuk kerucut, merah terang, seukuran kedelai atau lebih besar, dengan dasar kemerahan dan terlokalisasi dengan demam, bengkak dan nyeri serta tekanan, dan mungkin juga disertai dengan gejala sistemik seperti demam.1. Gejala khas: Awal mula timbulnya nodul merah, bengkak, panas dan nyeri yang terlokalisasi, yang secara bertahap menjadi membesar, meninggi dan berbentuk kerucut. Seiring dengan perkembangan penyakit, jaringan pusat nodul menjadi lebih lunak dan muncul sumbatan nanah, dan gejalanya terus memburuk dan meluas. Kemudian, saat nanah mengering, reaksi inflamasi menghilang sampai sembuh. 2. Gejala yang menyertai: biasanya pasien mungkin tidak memiliki reaksi sistemik, tetapi jika pasien memiliki daya tahan tubuh yang buruk dan lokasi penyakit berada di daerah yang kaya akan aliran darah, reaksi sistemik seperti demam, sakit kepala dan menggigil dapat terjadi. Selain itu, perhatian khusus harus diberikan pada bisul di sekitar ‘segitiga bahaya’, yaitu di sekitar hidung dan bibir atas, yang tidak boleh dipungut atau ditekan karena bisul ini dapat dengan mudah mendorong bahan inflamasi ke dalam sinus kavernosus intrakranial dan menyebabkan sinusitis kavernosus purulen, yang dapat menyebabkan demam tinggi, sakit kepala, dan bahkan koma, yang dapat mengancam jiwa. Pasien dengan infeksi yang lebih serius harus mencari perhatian medis dan mengikuti saran medis untuk pengobatan anti-infeksi, yang mungkin termasuk natrium cefoxitin atau natrium penisilin, dan mungkin salep asam fusidat, yang harus diberikan di bawah pengawasan medis.