Tes apa yang dilakukan sebelum intervensi fibroid

Pasien dengan fibroid uterus perlu menjalani pemeriksaan USG ginekologi, elektrokardiogram, pemeriksaan darah rutin, dan tes lainnya sebelum menjalani operasi intervensi.
1. Pemeriksaan USG ginekologi: Selama pemeriksaan, dapat mengamati apakah ada kelainan pada bentuk dan ukuran rahim pasien, dan apakah ia menderita penyakit ginekologi lainnya, seperti polip endometrium, kista ovarium, dan sebagainya. Jika ia menderita penyakit lain, ia mungkin harus menyesuaikan metode operasi atau menghentikan operasi sesuai dengan kondisi sebenarnya.
2. Elektrokardiogram (EKG): Karena intervensi fibroid adalah jenis operasi akses vaskular dan membutuhkan anestesi selama operasi, EKG diperlukan sebelum operasi untuk menilai apakah fungsi jantung pasien tidak normal dan apakah ia dapat mentolerir operasi.
3. Pemeriksaan darah rutin: pemeriksaan darah rutin sebelum operasi dapat menentukan apakah ada infeksi bakteri atau virus dalam tubuh pasien. Jika pemeriksaan darah rutin menunjukkan bahwa trombosit pasien berkurang secara nyata, maka trombosit pasien umumnya harus dikoreksi ke dalam kisaran normal.
Disarankan agar pasien dengan fibroid rahim mengikuti petunjuk dokter untuk melakukan pemeriksaan sebelum operasi intervensi untuk memastikan tidak ada kelainan lain dalam tubuh sebelum melakukan operasi.