Pencegahan dan pengobatan hipertensi

  Apa itu hipertensi Hipertensi didefinisikan sebagai tekanan darah yang diukur tiga kali pada hari yang tidak sama? Mereka yang memiliki tekanan darah sistolik ≥ 140 mmHg dan/atau tekanan darah diastolik ≥ 90 mmHg. Hipertensi adalah penyakit kardiovaskular yang paling umum merupakan faktor penting yang memicu stroke dan penyakit jantung koroner adalah silent killer yang menghancurkan jantung, otak dan ginjal yang dapat menyebabkan kecacatan dan kematian pada kasus yang serius.  Ada kesalahpahaman besar dalam pengobatan hipertensi, banyak pasien berpikir bahwa jika tekanan darah mereka normal, mereka tidak perlu minum obat, sebenarnya ini adalah kesalahan yang paling mahal. Karena ketika Anda menemukan hipertensi dan memulai pengobatan, tekanan darah dapat dikontrol dalam kisaran normal terutama efek obat, saat ini jika Anda menghentikan obat, tekanan darah itu pasti akan mengalami fluktuasi yang besar, fluktuasi ini pada kerusakan tubuh manusia jauh di luar penyakit hipertensi itu sendiri, jadi saya berharap bahwa mayoritas pasien dapat menerima perawatan rutin, dan mematuhi pengobatan, tidak dapat secara sewenang-wenang mengganti obat.  Manifestasi klinis umum pasien hipertensi 1, hipertensi pada sekitar 5% pasien tanpa gejala sadar.  2.Awal-awal ada sedikit gejala yang disadari sakit kepala, pusing, insomnia, tinnitus, mudah tersinggung, kurang energi, mudah lelah.  3.Komplikasi muncul Mati rasa dan kekakuan pada jari-jari tangan, nyeri pada tungkai? Nyeri dan ketegangan pada otot-otot bagian belakang leher.  4.Jantung telah terlibat muncul kepanikan, sesak napas, dada sesak, nyeri di daerah prekordial.  5.Ginjal telah terlibat Sering buang air kecil di malam hari, poliuria, urin jernih.  6.Pendarahan otak Tiba-tiba timbul kebingungan, napas dalam tidak teratur, inkontinensia urin dan feses.  7.Trombosis serebral Berangsur-angsur muncul satu sisi gerakan anggota tubuh, mati rasa atau bahkan kelumpuhan.  Siapa yang rentan terhadap hipertensi 1, faktor genetik Hipertensi adalah penyakit genetik poligenik? Jika ada riwayat keluarga hipertensi, stroke, diabetes dan penyakit jantung koroner? Kemungkinan terkena hipertensi lebih tinggi.  2, faktor berat badan Berat badan dan tekanan darah memiliki korelasi yang tinggi. Orang yang obesitas dan kelebihan berat badan? Prevalensi hipertensi 2 sampai 3 kali lebih tinggi daripada mereka dengan berat badan normal.  3, faktor gizi Mulut berat dan asupan natrium yang berlebihan, konsumsi alkohol yang berlebihan, asupan lemak yang besar dapat membuat tekanan darah naik? Diet yang kaya akan kalium, kalsium, protein berkualitas tinggi dapat mencegah dan mengendalikan kenaikan tekanan darah.  4, merokok Merokok dapat mempercepat aterosklerosis? Menyebabkan tekanan darah meningkat. Dalam proses pencegahan dan pengobatan hipertensi harus gencar dipromosikan untuk berhenti merokok.

Dukung kami

Jika konten di atas bermanfaat bagi Anda, silakan klik tombol bagikan untuk membagikan artikel atau situs web. Ini adalah dukungan terbesar bagi kami.

Diskusi

Bagikan pengalaman Anda atau cari bantuan dari sesama pasien.

Bahasa Lain

English Español Português 日本語 Deutsch Français Bahasa Indonesia Русский