Secara umum, diagnosis dini mata juling spastik didasarkan pada gejala dan tanda-tanda kondisi tersebut. Spastic squinting adalah suatu kondisi di mana otot-otot leher, terutama otot sternokleidomastoid dan trapezius, berkontraksi tanpa disengaja secara paroksismal, menyebabkan kepala berputar ke satu sisi atau miring secara paroksismal. Manifestasi awal biasanya berupa putaran kepala secara periodik ke satu sisi, atau miring ke depan atau ke belakang. Otot-otot yang terpengaruh sering kali terasa nyeri dan mungkin terjadi hipertrofi otot. Selain itu, gejalanya bisa memburuk jika pasien terganggu secara emosional, dan akan berkurang apabila rahang, wajah atau daerah oksipital ditopang oleh tangan.