Studi prospektif menunjukkan bahwa kekurangan vitamin C dapat dikaitkan dengan perkembangan kanker kolorektal dan bahwa suplementasi vitamin D dapat mengurangi risiko kanker kolorektal. 3 studi prospektif telah menunjukkan bahwa rendahnya tingkat vitamin D dikaitkan dengan tingginya angka kematian pada pasien kanker kolorektal, terutama pada pasien stadium III dan IV. Selain itu, sebuah penelitian yang mendaftarkan 515 pasien dengan kanker kolorektal stadium IV menunjukkan bahwa 82% pasien kekurangan vitamin D (<30ng/ml) dan 50% kekurangan vitamin D (<20ng/ml). Namun, belum ada satu pun penelitian yang mengkonfirmasi bahwa suplementasi vitamin D meningkatkan prognosis pasien. Dalam sebuah laporan baru-baru ini, Institute of Medicine mencatat bahwa satu-satunya peran vitamin D yang didukung oleh data saat ini adalah untuk kesehatan tulang, yang belum ditunjukkan pada kanker atau penyakit lainnya. Mengingat laporan ini dan kurangnya bukti Kelas 1, panel saat ini tidak merekomendasikan skrining rutin untuk defisiensi vitamin D pada pasien kanker kolorektal, juga tidak menganjurkan terapi penggantian vitamin D rutin.