Posisi posterior rahim tidak mempengaruhi persalinan normal, karena mengacu pada posisi rahim di panggul saat Anda tidak hamil. Setelah kehamilan, karena efek estrogen dan progesteron, ligamen menjadi longgar dan rahim secara bertahap dan signifikan membesar, sehingga posisi posterior rahim tidak lagi relevan. Persalinan yang baik atau buruk tergantung pada apakah posisi janin normal, apakah janin berukuran tepat, apakah panggul berukuran normal, apakah ada bekas luka pada serviks dan sebagainya. Selain itu, apakah Anda terlalu gugup, terlalu lelah, atau tidak beristirahat dengan baik, semua itu merupakan faktor penting dalam menentukan apakah Anda akan menjalani persalinan yang baik atau tidak. Oleh karena itu, tidak perlu khawatir tentang posisi posterior rahim saat ini, tetapi yang utama adalah melakukan pemeriksaan yang baik selama kehamilan. Anda harus melakukan tes toleransi glukosa antara 24-28 minggu kehamilan untuk mencegah diabetes gestasional. Hal ini karena jika Anda memiliki diabetes gestasional, Anda cenderung memiliki bayi yang besar sehingga persalinan menjadi tidak nyaman. Anda harus memeriksa posisi janin sekitar 30 minggu kehamilan dan secara aktif memperbaikinya ke posisi normal jika ada malposisi. Anda harus berjalan-jalan yang sesuai pada akhir kehamilan, sekitar 1 jam sehari. Hindari stres dan tidur yang cukup setelah persalinan, karena hal ini kondusif untuk kelancaran persalinan.