Untuk penyakit urologi, dapat dilakukan pemeriksaan fisik, tes darah, urin rutin, tes pencitraan. 1. Pemeriksaan fisik: melalui penglihatan, palpasi, perkusi, dan auskultasi untuk mendapatkan pemahaman awal tentang kondisi, seperti apakah ada massa, apakah ginjal terasa nyeri saat diketuk, dan apakah ada murmur pembuluh darah. 2. Tes darah: termasuk pemeriksaan darah rutin, biokimia darah, sedimentasi darah, dll., untuk mengetahui fungsi ginjal pasien, kadar hemoglobin, dll. 3. Pemeriksaan rutin urin dan kultur urin: memeriksa apakah ada sel darah merah, sel darah putih, jamur, bakteri, dll. dalam urin. 4. Pemeriksaan pencitraan: seperti USG sistem kemih, urografi intravena, uretrogram, CT sistem kemih, sistem magnetik nuklir sistem kemih, dll., untuk memahami anatomi sistem kemih, fungsi fisiologis, perubahan patologis, dan aspek lainnya. Jika terjadi ketidaknyamanan, disarankan untuk mencari pertolongan medis, melakukan pemeriksaan terperinci, dan mengikuti instruksi dokter untuk perawatan.