Istilah “deviasi wajah” terutama mengacu pada asimetri antara sisi kiri dan kanan wajah. Biasanya ditandai dengan perbedaan ukuran antara sisi kiri dan kanan wajah, dagu yang miring, susunan gigi yang tidak normal, dan kadang-kadang kelainan bentuk di mana tulang pipi berada pada ketinggian yang berbeda, mata tidak pada bidang yang sama, dan hidung bengkok. Penyebab “deviasi wajah” sangat kompleks. Kelainan perkembangan adalah penyebab utama asimetri wajah. Kelainan perkembangan dapat berasal dari tulang lunak atau tulang. Penelitian sebelumnya telah menemukan bahwa sendi di kedua sisi dagu, yang secara medis dikenal sebagai sendi temporomandibular, merupakan pusat pertumbuhan dan perkembangan yang penting untuk tulang wajah. Jika sendi tidak berkembang pada tingkat yang sama, hal ini dapat menyebabkan wajah miring, dengan sisi wajah yang tumbuh lebih cepat lebih besar dan sisi lainnya lebih kecil, dagu mungkin miring ke arah sisi yang tumbuh lebih lambat, dan rahang atas mungkin juga miring dan menyebabkan kemiringan pada bidang gigi. Faktor utama yang mempengaruhi perkembangan sendi adalah genetika, tetapi trauma juga penting, misalnya, jatuh yang mengakibatkan cedera pada salah satu sisi sendi dapat menyebabkan gangguan perkembangan sendi pada sisi tersebut. Beberapa kebiasaan buruk seperti mengunyah pada satu sisi juga dapat berpengaruh pada perkembangan sendi, selain itu beberapa penyakit inflamasi, proliferasi, dan tumor pada area sendi juga dapat mempengaruhi perkembangan tulang wajah pada tingkat yang berbeda-beda. Kadang-kadang asimetri wajah melibatkan tulang wajah lainnya seperti orbit, hidung dan tulang pipi, dan hal ini terutama disebabkan oleh ketidaksesuaian dalam perkembangan tulang wajah di kedua sisi. Kondisi bawaan lain yang kurang umum seperti sindrom lengkung insang dan atrofi hemifasial dapat dikaitkan dengan ‘wajah yang menyimpang’, dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda. Penanganan asimetri wajah biasanya rumit dan memerlukan pemeriksaan pra-operasi yang cermat dan menyeluruh untuk mengidentifikasi penyebab ‘deviasi wajah’, dan sebagian besar pasien memerlukan perawatan bedah.