Apa saja gejala kekurangan zinc pada bayi

Zinc adalah elemen penting yang penting untuk pertumbuhan dan perkembangan anak-anak, meskipun kadarnya rendah dalam tubuh. Kekurangan seng masih relatif umum terjadi pada anak-anak karena asupan yang tidak memadai, malabsorpsi, pertumbuhan yang cepat, dan alasan lain seperti penyakit. Kekurangan seng memiliki efek buruk pada pertumbuhan, kekebalan, dan kognisi pada anak-anak. Ada banyak masalah yang dapat terjadi dengan defisiensi zinc, yang menunjukkan gejala yang berbeda pada berbagai sistem. Kekurangan seng memengaruhi fungsi indera pengecap, yang menyebabkan hilangnya nafsu makan dan anoreksia. Kekurangan seng dapat menyebabkan berkurangnya sintesis asam nukleat dan protein, ditambah dengan menurunnya nafsu makan, yang memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan bayi, mengakibatkan rendahnya kekebalan tubuh, sehingga menyebabkan penyakit berulang, serta efek intelektual dan perilaku, seperti preferensi terhadap benda asing seperti wallpaper dan kotoran, yang dikenal sebagai xerophagia. Selain itu, juga dapat menyebabkan ruam kulit, sariawan, dan gangguan perkembangan seksual. Untuk anak-anak yang mengalami defisiensi zinc, rekomendasi pertama adalah melengkapi makanan dan memperbaiki kebiasaan makan anak yang buruk. Makanan yang tinggi seng termasuk hati hewan, daging tanpa lemak, makanan laut, dll. Makanan yang diperkaya dengan seng juga dapat menyediakan sebagian seng. Pemberian ASI dianjurkan dan makanan pendamping ASI segera ditambahkan ketika bayi mencapai usia 6 bulan. Jika suplementasi makanan tidak mencukupi dan gejalanya terlihat jelas, maka perlu untuk memilih obat untuk melengkapi di bawah bimbingan dokter. Obat-obatan yang umum digunakan termasuk seng glukonat, butiran seng licorice, dan butiran seng glukonat lisin.