Bayi dengan hiperopia dapat diklasifikasikan menjadi hiperopia fisiologis dan hiperopia patologis.
1. Hiperopia fisiologis: Saat bayi lahir, karena perkembangan bola mata yang tidak sempurna, mungkin terdapat sekitar 300 derajat hiperopia, yang merupakan hiperopia fisiologis, karena sumbu matanya pendek. Dengan bertambahnya usia, sumbu mata secara bertahap diperpanjang, derajat hiperopia dapat dikurangi secara bertahap, dan anak-anak dapat kembali ke kondisi ortopedi.
2. Hiperopia patologis: Jika hiperopia lebih tinggi dari 300 derajat saat bayi menjalani pemeriksaan optometri, biasanya disebabkan oleh hiperopia patologis, yang merupakan kelainan perkembangan bawaan, dan dapat menyebabkan ambliopia, strabismus, dan komplikasi lain pada anak. Anak-anak dengan hipermetropia patologis perlu dipantau secara ketat untuk perkembangan visualnya, dan jika perlu, perlu memakai kacamata untuk koreksi.
Disarankan agar anak-anak dengan hiperopia berkonsultasi dengan dokter tepat waktu untuk menilai kondisinya dan memilih perawatan yang sesuai di bawah bimbingan dokter.