Jika epididimitis akut tidak ditangani secara tepat waktu dan efektif, maka akan mudah menyebabkan infertilitas, spermatogenesis yang lemah, disfungsi spermatogenik testis, dan penyakit lainnya. 1. Infertilitas: episode epididimitis akut yang berulang menyebabkan epididimi-orchitis kronis, dan rangsangan inflamasi memblokir saluran epididimis, sehingga sperma tidak dapat melewatinya, yang dapat menyebabkan terjadinya infertilitas. 2. Sperma Lemah: reaksi inflamasi epididimitis akut membuat lumen tersumbat dan bengkak, dan epididimis mengeluarkan lebih sedikit sperma yang bergizi, sehingga menghasilkan rasio yang jauh lebih tinggi dari sperma yang tidak aktif atau mati dalam air mani yang dikeluarkan, sehingga menginduksi Sperma Lemah atau Nekrospermia. 3. Disfungsi spermatogenik testis: epididimitis akut dapat menyebabkan orkitis sekunder, dan dalam kasus keterlibatan testis, hal ini juga dapat menyebabkan disfungsi spermatogenik testis. Pasien dengan epididimitis akut harus mengikuti petunjuk dokter untuk mendapatkan pengobatan yang efektif pada waktunya untuk menghindari konsekuensi yang serius.