Ketika bayi berusia satu tahun mengalami diare dengan air yang encer, ia rentan terhadap dehidrasi yang mengarah ke kolaps sirkulasi, yang merupakan bentuk penyakit diare yang lebih serius. Penting untuk mengamati jumlah dan volume tinja bayi Anda dan untuk memahami penyebab air yang keluar dari tubuh bayi Anda pada waktunya untuk pengobatan simtomatik. Pada diare ringan, bayi buang air besar sekitar 3 hingga 10 kali sehari, dengan sesekali mual dan muntah. Sebagian besar kasus ini disebabkan oleh diare infeksi non-bakteri yang disebabkan oleh pemberian makanan yang tidak tepat, gangguan pencernaan atau masuk angin. Perawatan: Pertama, tambahkan garam rehidrasi oral ke dalam air untuk mengisi kembali cairan bayi yang hilang pada waktu yang tepat, pemberian makan harus teratur dan kuantitatif, perhatikan perubahan iklim, tambah dan kurangi pakaian pada waktu yang tepat, dan perhatikan untuk menjaga perut tetap hangat, atur pola makan bayi dengan tepat dan kurangi asupan makanan bertepung atau bergula. Pada diare yang parah, bayi sering buang air besar, sepuluh hingga puluhan kali sehari, sering disertai muntah, dan sebagian besar demam rendah yang tidak teratur, atau demam tinggi pada kasus yang parah. Pada titik ini, Anda harus segera pergi ke rumah sakit dan menggunakan obat di bawah bimbingan dokter, jangan pernah melakukannya sendiri. Pengobatan: Pertama, tambahkan garam rehidrasi oral ke dalam air untuk menggantikan cairan bayi yang hilang, uji tinja bayi dan cari tahu penyebab diare sebelum meresepkan obat yang tepat. Kendalikan infeksi, perbaiki gangguan air dan elektrolit, dan berikan perawatan yang baik. Pertimbangkan untuk memberi bayi Anda pelindung mukosa seperti Similac atau Mammazine, yang menutupi mukosa usus, menarik patogen dan racun, memperkuat fungsi penghalang mukosa usus dan menghentikan serangan mikroorganisme patogen.