Terjadinya kaki diabetik sangat erat kaitannya dengan komplikasi seperti neuropati perifer dan sklerosis vaskular pada tungkai bawah akibat kontrol gula darah yang tidak stabil dalam jangka waktu yang lama. Gejala awal kaki diabetik mungkin tidak terlalu jelas, tetapi mungkin hanya bermanifestasi sebagai sensasi dan nyeri abnormal pada kaki, dengan oedema lokal yang signifikan, ulserasi dan gangren yang muncul seiring dengan perkembangan penyakit. Jika gula darah tidak terkontrol dengan baik, jika rasa sakitnya terus-menerus tinggi dan tidak mereda, dan jika rasa sakitnya memburuk saat beraktivitas, meskipun tidak ada pembengkakan lokal atau perubahan warna, maka komplikasi kaki diabetik harus sangat dicurigai. Pasien diabetes biasanya harus memperhatikan kaki mereka untuk melihat perubahan warna kulit dan aspek lainnya. Mengambil langkah aktif untuk mengontrol glukosa darah dan lemak darah secara mantap. Glukosa darah secara teratur, ultrasonografi vaskular tungkai bawah, hemoglobin terglikasi dan tes toleransi glukosa harus dilakukan.