Gejala retensi makanan pada bayi

Fenomena penumpukan makanan pada bayi biasanya disebabkan oleh makan berlebihan atau terlalu lama makan makanan yang tidak mudah dicerna. Bayi yang mengalami retensi makanan juga menunjukkan lebih banyak gejala klinis, seperti sakit perut, perut kembung, mual dan muntah, mudah tersinggung, kehilangan nafsu makan, warna kulit kekuningan, tangan dan kaki terasa hangat, lebih jarang buang air besar, bau mulut, kesehatan mental yang kurang baik, dan masih banyak lagi. Bayi yang mengalami retensi makanan akan mengalami sakit perut, kehilangan nafsu makan, dan secara individual, jika terdapat gejala retensi makanan yang parah, dapat menyebabkan demam tinggi, menangis, dan gelisah. Tentu saja, untuk bayi yang mengalami demam, meskipun mungkin ada pemicu retensi makanan, penting juga untuk menyadari bahwa infeksi telah terjadi, dan tidak boleh sepenuhnya hanya berfokus pada pemahaman tentang retensi makanan. Anak-anak lain yang menumpuk makanan mungkin kehilangan nafsu makan, dan perut mereka mungkin membuncit karena makanan di perut mereka belum dicerna, atau karena terlalu banyak gas yang diproduksi di usus mereka. Beberapa anak mungkin juga mengalami mual dan muntah, dan mungkin ada rasa asam di mulut jika makanan di dalam perut tidak dicerna dalam waktu yang lama. Oleh karena itu, sangat penting untuk menyelesaikan masalah tepat waktu setelah bayi Anda menumpuk makanan. Pertama, catat dan analisis pola makan harian anak Anda untuk mengetahui penyebab penumpukan makanan, dan kemudian bawa bayi Anda ke departemen pediatri rumah sakit untuk mendapatkan perawatan yang sistematis jika perlu.