Anderson, 46, menggambarkan dirinya sebagai “generasi yang sukses” dan telah dinominasikan dua kali untuk Emmy Awards. Lahir pada tahun 1970, Anderson dibesarkan di komunitas California yang didominasi oleh kekerasan geng dan kejahatan, tetapi lolos dari dunia itu melalui bakat aktingnya.
Deteksi dan intervensi dini
Pada tahun 2001, pada usia 31 tahun, Anderson mengetahui bahwa ia menderita diabetes tipe 2. Dia merasa diagnosisnya mengejutkan, tetapi jika dipikir-pikir, tanda-tanda pertama penyakit ini sebenarnya sudah terlihat sebelumnya.
Anderson mengenang, “Saya mulai tidur siang, sesuatu yang belum pernah saya lakukan sebelumnya.” Awalnya, ia mengira itu karena ia terlalu lelah bekerja, tetapi seorang dokter mengatakan kepadanya bahwa mungkin bukan itu masalahnya. Suatu malam, Anderson minum lebih dari selusin liter air – rasa haus yang berlebihan adalah gejala khas diabetes. Jadi Anderson pergi untuk pemeriksaan.
Sebelumnya, ia jarang mencari pertolongan medis, tetapi sekarang ia menyesalinya. Tes darah sederhana dalam beberapa tahun pertama akan mengungkapkan kenaikan gula darahnya dan bisa mencegah penyakit pada waktunya. Itulah pelajaran yang ia ingin kaum muda ketahui. Anderson mengatakan: “Kaum muda khususnya perlu melakukan pemeriksaan fisik, sama seperti seseorang perlu lebih merawat diri sendiri, sama seperti seseorang perlu menyervis mobilnya secara teratur.”
Berinvestasi dalam manajemen kesehatan
Diabetes tipe 2 hampir dua kali lebih umum di antara orang Afrika-Amerika daripada di antara orang Kaukasia non-Hispanik. Tingkat obesitas yang tinggi merupakan kontributor utama, dan ada juga komponen genetik sensitivitas insulin yang lebih rendah pada orang Afrika-Amerika yang dapat meningkatkan risiko mereka terkena diabetes.
Ada banyak langkah yang dapat diambil orang untuk mencegah diabetes dan komplikasi. Pola makan yang sehat dan olahraga teratur adalah komponen kunci dari setiap rencana pencegahan atau rencana pengobatan diabetes.
Anderson mengubah gaya hidupnya begitu ia didiagnosis menderita diabetes. Ia masih mengonsumsi makanan yang sama, tetapi dalam porsi yang lebih kecil. Meskipun ia telah mengambil langkah ini, namun ia membutuhkan waktu beberapa tahun untuk berkomitmen penuh dalam mengelola penyakitnya dan merawat dirinya sendiri.
Dia mengenang suatu pagi di tahun 2008, saat dia terbangun dari tidurnya dan memutuskan untuk mulai membuat perubahan. Melalui peningkatan olahraga dan diet sehat, berat badannya turun lebih dari 45 pon. Anderson bersepeda, berlari di atas treadmill, mengangkat beban, berkebun, dan untuk sementara waktu bahkan menjadi vegetarian, tetapi sekarang dia bisa makan ikan dan ayam.
Walaupun ia masih menikmati ayam goreng dan steak dengan mentega, namun ia sudah sangat jarang memakannya. “Ini semua tentang moderasi,” katanya. Ia juga mengatakan bahwa filosofi ini telah diwariskan kepada anak-anaknya. Anak-anaknya juga menjalani kehidupan yang sehat. Mereka suka berolahraga dan bergerak. Anderson juga memberi tahu anak-anaknya bahwa mereka “harus makan nasi merah dan tidak minum soda pop.”