Usia 1-2 tahun atau lebih tidak cocok untuk membaca buku dengan konten yang terlalu dalam. 1, anak usia 1 tahun memiliki tingkat konsentrasi yang rendah. Menghabiskan waktu 5 sampai 10 menit untuk berbicara dan bercerita dengan bayi Anda tidak masalah. Anda bisa memilih buku-buku kain, hardcover dan buku-buku lain yang tidak mudah robek untuk melakukan kegiatan membaca bersama bayi Anda. Misalnya, buku kartu, kartu, kartu, “Cuddles”, “Aku suka buku”, “Ayahku”, dll. Pada usia sekitar 1 tahun, fokus membaca adalah pada “mendengarkan”, jadi orang tua harus mengucapkan dengan jelas untuk membimbing bayi membaca melalui stimulasi pendengaran, dan gunakan ini untuk berdialog dengan bayi. Pada usia sekitar 2 tahun, pemahaman dan konsentrasi anak akan meningkat dibandingkan dengan usia 2 tahun. Isinya bisa terkait dengan kehidupan sehari-hari bayi dan gambarnya bisa kaya. Buku bergambar juga merupakan pilihan yang baik, seperti seri Tom Rabbit, yang memiliki alur cerita yang relatif sederhana dan memungkinkan anak-anak untuk mempelajari beberapa pengetahuan umum tentang kehidupan. Serial “Different Carmela” juga bagus untuk orang tua dan anak-anak. Seri Naughty Babies dan seri Little Glass membaca dan tumbuh melalui permainan dan meningkatkan interaksi orang tua-anak. Pada usia 3 atau 6 tahun, ketika anak-anak meninggalkan taman kanak-kanak dan memasuki sekolah dasar, mereka menjadi semakin sadar akan masyarakat dan harus membaca berbagai macam buku bergambar, termasuk alam, ilmu pengetahuan, seni, musik dan sastra. Sebagian anak masih suka dibacakan oleh orang tuanya, sementara yang lain bisa mulai membaca secara mandiri, tanpa saling bertentangan. Contohnya termasuk Little Ally’s Big School, Bigfoot Does Ballet, Apa yang Harus Dilakukan Ketika Anda Tumbuh Dewasa dan Apa yang Bisa Dilakukan Ekor Seperti Ini.