Bahan yang digunakan untuk implan gigi dibagi menjadi dua bagian: bahan akar dan bahan mahkota. Bahan mahkota dapat diaplikasikan secara fleksibel sesuai dengan keinginan pasien, sedangkan bahan akar diatur secara ketat. Dalam sejarah panjang eksplorasi manusia, banyak bahan yang telah digunakan untuk akar implan gigi, seperti emas, batu mulia, timbal, besi, iridium, platina, dan perak, tetapi juga porselen, karet, dan gading. Dengan perkembangan industri, muncullah bahan logam dengan kekuatan tinggi dan ketahanan korosi yang baik, seperti paduan kobalt-kromium, titanium, dan tantalum. Sejak tahun 1970-an, biokeramik, hidroksiapatit, dan karbon bioaktif telah digunakan, dan pada tahun 1980-an, bahan bioaktif seperti hidroksiapatit telah digunakan untuk membuat implan. Saat ini, bahan implan yang paling umum digunakan adalah titanium, dan pelapisnya juga didasarkan pada titanium atau paduan titanium. Sifat fisik dan kimia titanium dikenal karena bobotnya yang ringan, tahan karat, dan sifat pengolahannya yang berkekuatan tinggi. Titanium digunakan dalam berbagai aplikasi medis seperti tulang dan sendi buatan, katup jantung, alat pacu jantung, dan implan gigi. Titanium memiliki ketahanan aus yang baik, ketahanan korosi yang baik, terutama pembentukan film oksida di permukaan, menjadi stabilitas oksidasi pada suhu kamar, pemanasan udara hingga 800 derajat di atas oksidasi yang intens; dengan sifat semikonduktor; modulus elastisitas rendah, mirip dengan tulang, dapat menghasilkan resonansi; biokompatibilitas, efek samping non-toksik, tidak beracun, non-magnetis, tidak menyebabkan iritasi, stabil di dalam tubuh; keterbasahan yang baik, tidak mudah untuk melampirkan bahan organik. Ini memiliki prospek aplikasi yang bagus.