Ada apa dengan dada yang sering terasa sesak dan kehabisan napas?

Sering merasa sesak di dada dan kehabisan napas dapat disebabkan oleh faktor fisiologis dan faktor patologis seperti penyakit jantung koroner, angina pektoris, penyakit paru obstruktif kronik, asma, gagal jantung, dan sebagainya. 1. Olahraga berat: karena olahraga berat, metabolisme tubuh semakin cepat, kebutuhan oksigen meningkat, sehingga perlu meningkatkan laju pernapasan untuk memenuhi kebutuhan tubuh akan oksigen selama olahraga berat, akan sering terjadi sesak dada merasa kehabisan napas, merupakan fenomena fisiologis yang normal. 2. Penyakit jantung koroner: karena aterosklerosis arteri koroner yang menyebabkan pembentukan plak, mengakibatkan penyumbatan kardiovaskular, suplai darah yang tidak mencukupi dan penyempitan pembuluh darah, sehingga memicu sesak dada yang sering terjadi dan merasa kehabisan napas dan gejala lainnya. 3. Angina pektoris: suplai darah yang tidak mencukupi ke arteri koroner menyebabkan terjadinya angina pektoris. Pasokan darah yang tidak mencukupi, iskemia miokard, mudah menyebabkan sesak dada yang sering dan kinerja yang terasa terengah-engah. 4. Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK): Terjadinya PPOK dipicu oleh terhambatnya aliran udara akibat merokok dan faktor lingkungan. Aliran darah yang terhambat dan asupan oksigen yang tidak mencukupi dapat menyebabkan gejala sesak dada dan sesak napas yang sering terjadi. 5. Asma: Jika terpapar udara dingin, zat alergi, dan lain-lain, akan merangsang saluran bronkus sehingga menyebabkan penyempitan, yang mempengaruhi fungsi ventilasi paru-paru, maka akan sering terjadi sesak dada dan merasa kehabisan napas. 6. Gagal jantung: biasanya diperburuk oleh penyakit kardiovaskular, mengakibatkan disfungsi pemompaan jantung, berkurangnya volume darah balik, volume darah jantung tidak mencukupi, akan sering timbul gejala sesak dada dan merasa kehabisan napas. Jika terjadi kepanikan, sesak dada, sesak napas, sesak napas, dan gejala lainnya, disarankan untuk pergi ke rumah sakit biasa, mengidentifikasi penyebabnya, dan mengikuti petunjuk dokter untuk pengobatan.