Kebugaran fisik anak-anak relatif buruk, mudah terinfeksi oleh dunia luar, dan pilek merupakan fenomena fisiologis yang umum terjadi pada anak-anak, menyebabkan bayi mengeluarkan ingus yang jernih karena beberapa alasan, yang dapat dibagi menjadi beberapa situasi berikut: Pertama, rangsangan udara dingin. Mukosa hidung bayi relatif rapuh, jika udara dingin di luar terlalu kering, bayi yang menghirup rongga hidung akan menyebabkan rongga hidung terstimulasi, sehingga menghasilkan lendir yaitu ingus. Keadaan ini umumnya tidak memerlukan pengobatan, hanya perlu memberikan anak untuk melakukan pekerjaan yang cukup hangat saja. Kedua, tahap awal pilek. Bayi dalam tahap tumbuh kembang, mudah terinfeksi oleh bakteri eksternal, jika sekali pilek, sangat mungkin menghasilkan fenomena pilek, jadi setiap hari perhatikan kesehatan anak agar terhindar dari pilek. Ketiga, rangsangan lingkungan eksternal. Beberapa keluarga memiliki formalin yang berlebihan, atau membeli furnitur dengan rasa kayu yang menyengat, meskipun tidak masalah bagi orang dewasa, tetapi mukosa hidung anak kecil lebih rapuh, jika menghirup gas semacam itu secara berlebihan, juga akan menyebabkan rangsangan pada rongga hidung, yang mengakibatkan peningkatan cairan hidung. Pilek pada kasus ini biasanya disertai dengan bersin-bersin dan gatal pada hidung. Terakhir, hidung bayi sangat rapuh selama masa pertumbuhan dan perkembangan, sehingga orang tua harus memperhatikan kebiasaan sehari-hari anak saat membesarkan anak, untuk meminimalkan rangsangan lingkungan pada mukosa hidung.