Mengapa sebagian anak memiliki leher yang bengkok?

  Ada banyak penyebab “leher bengkok” pada anak, tetapi secara umum, ada beberapa alasan berikut ini: 1. Penarikan otot sternokleidomastoid menyebabkan leher bengkok, dengan kepala miring ke sisi yang terkena dan rahang berpaling ke sisi yang sehat, membentuk kelainan bentuk postur “leher bengkok” khusus. Penyebabnya masih belum sepenuhnya dipahami.  Bayi lahir tanpa kelainan, tetapi setelah sekitar 7-10 hari ditemukan benjolan yang keras, bulat atau oval di leher, yang tidak berwarna merah, bersuhu normal, dan tidak nyeri saat disentuh. 2-3 bulan kemudian benjolan ini berangsur-angsur menyusut dan hilang sama sekali setelah sekitar 6-8 bulan. Setelah massa menghilang, otot sternokleidomastoid pada sisi yang terkena mulai menonjol, mengencang dan menjadi lebih pendek, kepala dimiringkan ke arah sisi yang terkena, gerakan leher dibatasi, dan asimetri wajah secara bertahap muncul, sisi wajah yang terkena pendek dan datar, sisi yang sehat panjang dan bulat, mata, telinga dan sudut mulut tidak pada tingkat yang sama.  Jika tidak diobati pada masa bayi, kelainan bentuk secara bertahap memburuk seiring dengan bertambahnya usia dan kemanjurannya menurun, menyebabkan efek fisik dan psikologis yang merugikan bagi anak. Oleh karena itu, deteksi dan pengobatan dini sangatlah penting.  2. “Mata juling okulokutan”. Banyak kondisi mata masa kanak-kanak yang dapat menyebabkan ‘leher bengkok’, seperti ambliopi parah, miopi, hiperopi dan hipoplasia kongenital otot kelopak mata atas.  Kondisi mata seperti ambliopia, miopia dan hiperopia sebagian besar dapat diobati dan dikoreksi melalui lensa resep. Sebagian kondisi, seperti hipoplasia kongenital otot kelopak mata atas, harus ditangani dengan pembedahan untuk menyembuhkan ‘strabismus’ dan ‘mata juling’ pada akarnya.  3. “Strabismus tulang”. Akibat kelainan bawaan tulang belakang servikal, seperti kelainan bentuk hemivertebral, tulang belakang servikal bisa bengkok, sehingga mengakibatkan kelainan bentuk “leher bengkok”. Deformitas ini relatif jarang terjadi dan semakin memburuk seiring bertambahnya usia. Pembedahan adalah satu-satunya pengobatan yang tersedia dan umumnya semakin dini pembedahan, semakin baik hasilnya.  4. “Leher miring otogenik”. Ada beberapa penyebab gangguan pendengaran pada satu telinga di masa kanak-kanak yang dapat menyebabkan ‘leher bengkok’. Misalnya, tuli bawaan, gangguan pendengaran akibat pengobatan, emboli serumen, dll.  Ini adalah empat penyebab umum ‘leher bengkok’ pada anak-anak. Ada juga kondisi lain yang dapat menyebabkan gejala-gejala ini, seperti mata juling paroksismal jinak pada bayi, yang penyebabnya tidak diketahui, tetapi prognosisnya baik.