Perbedaan antara posisi anterior dan posterior rahim terutama disebabkan oleh posisi rahim dan fleksi serviks, yang terletak di tengah panggul, dengan kandung kemih di depan dan rektum di belakang. Posisi anterior dan posterior adalah posisi normal rahim dan umumnya tidak memerlukan intervensi khusus. Jika rahim terlalu ke anterior, rahim dapat berlubang jika rahim tidak dioperasi dengan benar selama operasi serviks. Posisi rahim yang posterior berarti rahim miring ke arah belakang. Posisi rahim yang posterior relatif lebih serius dan dapat meningkatkan terjadinya dismenore dan endometriosis. Posisi ini rentan terhadap tekanan selama kehamilan, seperti konstipasi dan retensi urin. Rahim posterior dapat mengganggu keluarnya darah menstruasi secara normal dan menyebabkan dismenorea, dan keluarnya darah menstruasi yang buruk dapat meningkatkan tekanan dalam rongga rahim dan meningkatkan refluks darah menstruasi. Darah menstruasi yang direfluks masuk ke rongga panggul melalui saluran tuba dan tertanam di permukaan ovarium atau peritoneum panggul, sehingga rentan terhadap endometriosis. Pasien yang telah mengalami endometriosis biasanya diberikan pengobatan, termasuk IUD berawak, pil kontrasepsi jangka pendek oral seperti tablet Desogestrel etinil estradiol, dan pembedahan.