Obat untuk melindungi mukosa lambung termasuk kapsul bismut kalium sitrat, tablet kunyah aluminium tioglikolat, kapsul teprenon, dll., yang perlu digunakan di bawah bimbingan dokter.
1. Kapsul bismut kalium sitrat: obat ini dapat membentuk lapisan pelindung pada permukaan maag dalam kondisi nilai PH asam dalam lambung, yang dapat menghalangi erosi asam lambung, enzim, atau makanan lambung ke selaput lendir maag dan meningkatkan perbaikan jaringan maag.
Obat ini memiliki efek mengobati asam lambung yang berlebihan, sakit perut, mulas dan refluks asam lambung yang disebabkan oleh gastritis kronis, dan dapat melindungi mukosa lambung. Orang yang alergi terhadap obat ini dilarang menggunakannya, dan wanita yang sedang hamil dilarang menggunakan obat ini.
2. Tablet kunyah aluminium sulfat: obat ini secara efektif dapat menghambat penguraian protein oleh pepsin, tetapi juga dengan protein mukosa lambung untuk membentuk lapisan pelindung, yang dapat mencegah asam lambung, dan memiliki efek melindungi mukosa lambung.
Obat ini umumnya digunakan dalam pengobatan gastritis kronis, untuk meredakan nyeri lambung, sensasi mulas, refluks asam lambung dan gejala lain yang disebabkan oleh asam lambung yang berlebihan. Reaksi merugikan yang umum terjadi pada obat ini adalah dapat menyebabkan sembelit. Orang yang alergi terhadap obat ini dilarang menggunakannya.
3. Kapsul Teprenone: obat ini adalah agen pelindung mukosa lambung, dapat meningkatkan aliran darah mukosa lambung, mukosa lambung memiliki peran perlindungan dan perbaikan. Secara klinis, ini terutama digunakan untuk mengobati tukak lambung, gastritis akut, gastritis kronis dan penyakit lain yang disebabkan oleh lesi mukosa lambung. Orang yang alergi terhadap obat ini dilarang menggunakannya, dan wanita selama kehamilan harus berhati-hati dalam menggunakan obat ini.
Semua obat di atas memiliki efek melindungi mukosa lambung, tetapi penggunaan khusus perlu dilakukan di bawah bimbingan dokter profesional, bukan untuk dikonsumsi sendiri.