Pasien diabetes biasanya dapat mengonsumsi makanan pengganti gula dalam jumlah sedang, dan rekomendasi diet khusus dipilih di bawah bimbingan dokter. Diabetes melitus adalah penyakit yang disebabkan oleh sekresi dan/atau penggunaan insulin yang tidak normal, dan sering dimanifestasikan secara klinis dengan hiperglikemia, hiperfagia, penurunan berat badan, peningkatan asupan air, dan peningkatan produksi urin. Makanan “substitusi gula”, yang ditandai dengan tidak adanya tambahan gula (misalnya gula putih, gula pasir, sukrosa, dekstrosa, dll.) dan substitusi pengganti gula untuk memberikan rasa manis yang sama pada makanan. Saat ini pemanis yang umum beredar di pasaran adalah erythritol, maltitol, stevia, sukralosa, dll., Pasien diabetes dapat mengonsumsi pemanis pengganti dalam jumlah yang tidak berlebihan, namun perlu diperhatikan bahwa pemanis pengganti juga memiliki sejumlah kalori, untuk menghindari konsumsi yang berlebihan, yang mengakibatkan fluktuasi gula darah. Pasien diabetes dapat berada di bawah bimbingan dokter untuk mengatur pola makan yang wajar.