Obat terapeutik yang umum digunakan untuk SLE meliputi obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), glukokortikoid, imunosupresan, imunoglobulin, dan agen biologis. 1. Obat antiinflamasi nonsteroid: seperti meloxicam, natrium diklofenak, natrium loxoprofen, dan sebagainya. Obat-obatan ini terutama berperan sebagai antiinflamasi dan analgesik, meredakan nyeri sendi, nyeri otot, dan demam. 2. Glukokortikosteroid: seperti prednison asetat, metilprednisolon dan sebagainya. Ini adalah pilihan pengobatan pertama untuk sebagian besar pasien SLE, terutama untuk pasien dengan aktivitas sedang hingga berat. Untuk beberapa lupus yang parah, pasien dengan krisis lupus perlu menggunakan terapi kejut glukokortikoid. Seiring dengan membaiknya kondisi pasien, dosis glukokortikosteroid akan dikurangi secara bertahap. 3. Imunosupresan: yang umum digunakan termasuk hidroksiklorokuin, leflunomide, mikofenolat mofetil, siklofosfamid, dan azatioprin. Imunosupresan yang berbeda dipilih sesuai dengan organ yang berbeda yang terlibat. 4. Imunoglobulin: Untuk beberapa pasien lupus yang parah dengan ko-infeksi, terapi kejut imunoglobulin dapat digunakan. 5. Agen biologis: Sebagai contoh, antibodi monoklonal anti-CD20 terutama digunakan untuk mengobati beberapa pasien lupus yang refrakter atau kritis. Dianjurkan agar pasien SLE pergi ke departemen reumatologi dan imunologi di rumah sakit umum untuk konsultasi dan pengobatan tepat waktu, minum obat di bawah bimbingan dokter sesuai dengan kondisi spesifik mereka, dan menjalani pemeriksaan rutin.