Sesak dada selama pemulihan dari infark serebral

Sesak dada selama masa pemulihan infark serebral dapat disebabkan oleh infeksi paru-paru, penurunan fungsi jantung-paru, emboli paru, gangguan pusat pernapasan, dan penyebab lainnya.
1. Infeksi paru-paru: pasien dengan infark serebral sering tersedak dan batuk, dan makanan dapat masuk ke dalam trakea secara tidak sengaja, yang dapat menyebabkan infeksi paru-paru, sehingga terjadi sesak di dada.
2. Penurunan fungsi kardiopulmoner: pasien dengan infark serebral harus berbaring di tempat tidur untuk waktu yang lama, yang akan menyebabkan penurunan fungsi jantung dan memburuknya penyakit kronis, yang mengakibatkan sesak dada dan sesak napas.
3. Emboli paru: karena pasien dengan infark serebral harus berbaring di tempat tidur untuk waktu yang lama, maka akan menyebabkan trombosis vena dalam pada tungkai bawah, dan jika trombus terlepas, maka akan membentuk emboli, dan dengan darah yang mengalir ke paru-paru, maka akan menyebabkan emboli paru, yang akan menyebabkan sesak dada dan sesak napas.
4. Gangguan pusat pernapasan: suplai darah di otak pasien dengan infark serebral terganggu, yang akan mempengaruhi fungsi pusat pernapasan, mengakibatkan pergerakan otot pernapasan yang tidak normal, yang akan menyebabkan hipoksia relatif dan sesak dada.
Dianjurkan untuk pergi ke rumah sakit untuk pemeriksaan guna mengetahui penyebabnya dan penanganan gejala secara tepat waktu.