Apa saja dua metode umum dimpleoplasty?

1. Ligasi subkutan ① Buatlah garis pendek sepanjang 3-5mm pada titik yang tetap di wajah dan buatlah lubang kecil di ujung atas dan bawah garis pendek tersebut dengan pisau tajam. Buatlah sayatan vertikal kecil sepanjang 3mm pada mukosa bukal di dalam mulut yang berlawanan dengan titik yang telah ditentukan pada wajah. (ii) Jarum lurus dengan benang sutra halus No. 5 ditusukkan melalui ujung atas sayatan kecil di mukosa bukal intraoral dan keluar melalui ujung benang di titik tetap pada kulit pipi. (iii) Jarum dan benang yang sama ditusukkan kembali ke dalam kulit dari titik keluar yang sama dan berjalan sejauh 3mm melalui dermis subkutan, kemudian melewati ujung bawah kulit pada garis titik tetap. Kemudian diikuti dengan penusukan kedua pada kulit dari titik keluar kedua dan akhirnya melalui ujung bawah sayatan kecil di mukosa bukal di dalam mulut. ④ Jika lesung pipi muncul pada titik fiksasi kulit pipi, benang sutra dapat diikat di dalam sayatan mukosa untuk memungkinkan dermis kulit melekat pada mukosa bukal. Jahitan ditempatkan pada sayatan kecil di mukosa bukal di dalam mulut. 2. Metode sayatan intraoral ① Membuat sayatan melintang kecil 8 mm pada mukosa bukal intraoral yang berlawanan dengan titik tetap yang telah dipilih sebelum operasi. Pisahkan sayatan kecil tersebut dengan forsep hemostatik melengkung kecil untuk memperlihatkan serat otot bukal. ③Klem serat otot bukal di dalam sayatan dengan tang jaringan terlebih dahulu (perhatikan kedutan otot wajah saat menjepit agar tidak merusak serat saraf wajah), lalu potong serat otot yang dijepit dengan gunting melengkung. ④ Jarum kecil melengkung dengan benang sutra halus digunakan untuk menutup mukosa bukal intraoral dengan satu jahitan pada dermis subkutan pipi pada titik fiksasi. Terakhir, luka intraoral ditutup. Terdapat risiko kerusakan pada saraf wajah atau saluran parotis pada metode ini, sehingga harus berhati-hati selama pembedahan.