Kontraindikasi diet sebelum dan sesudah operasi kanker rektum

  1. Pantangan diet pra-operasi untuk kanker rektum: 1. Makanan yang digoreng, diasap, dan diasamkan: ini adalah faktor kunci penyebab kanker rektum, jadi sebisa mungkin hindari asupan garam yang berlebihan dalam diet harian Anda.  2. Makanan pedas, beralkohol, panas dan makanan iritasi lainnya: Penting untuk menghindari makanan iritasi ini karena mereka secara serius merusak mukosa usus.  Konsumsi makanan yang merangsang secara berlebihan juga dapat menyebabkan tumor meningkatkan peristaltik usus karena kerusakan mukosa usus, yang, dalam kasus yang parah, dapat semakin memperburuk gejala nyeri perut dan sembelit.  3. Makanan tinggi lemak dan rendah serat: Asupan makanan berlemak yang berlebihan tidak hanya dapat membakar kalori, tetapi juga mempercepat pertumbuhan tumor, dan berkumpulnya tinja dalam jangka panjang di dalam usus meningkatkan kemungkinan kontak dengan zat karsinogenik dan berbahaya seperti racun.  Pasien disarankan untuk mengonsumsi lebih banyak sayuran dan buah-buahan serta makanan berserat kasar untuk melancarkan buang air besar.  Pantangan diet setelah operasi kanker dubur: Diet setelah operasi kanker dubur harus mengikuti prinsip makan makanan yang lebih mudah dicerna dan tidak makan makanan yang menghasilkan ampas, seperti kacang-kacangan dan sayuran yang terlalu lama dicerna.  Selain itu, makanan yang kuat harus dihindari dalam diet. Pecinta pedas harus dilarang lebih awal dari makan makanan pedas, seperti anggur yang kuat, produk yang merangsang pedas dan berkalori tinggi.  Selain makanan-makanan ini, pasien kanker rektum juga harus menjauhkan diri dari makanan berminyak, barbekyu dan makanan acar.