Pemeriksaan darah rutin dapat membantu mendeteksi penyakit sistem darah, infeksi virus, infeksi bakteri, dan sebagainya. 1. Penyakit sistem darah: pemeriksaan darah rutin dapat memeriksa apakah jumlah dan proporsi sel darah putih, sel darah merah, dan trombosit dalam keadaan normal, serta mengetahui apakah terdapat leukemia, anemia, purpura trombositopenik idiopatik, dan penyakit lainnya. 2. Infeksi virus: melalui persentase limfosit dalam tes darah rutin untuk menentukan apakah organisme memiliki infeksi virus. 3. Infeksi bakteri: menentukan apakah ada infeksi bakteri melalui jumlah total sel darah putih dan jumlah neutrofil dalam tes darah rutin, seperti sel darah putih yang tinggi untuk mempertimbangkan infeksi bakteri. Tes darah rutin banyak digunakan dalam praktik klinis dan dapat digunakan sebagai skrining awal untuk berbagai penyakit terkait, tetapi diagnosis penyakit perlu digabungkan dengan laporan pemeriksaan dan manifestasi klinis pasien lainnya, sehingga disarankan agar pasien pergi ke rumah sakit secara teratur untuk pemeriksaan.