Meskipun faktor genetik tidak dapat diubah, Anda dapat membantu mencegah diabetes tipe 2 dengan memperbaiki gaya hidup Anda, menjaga diri Anda tetap nyaman, dan minum obat bila perlu.
Meningkatkan gaya hidup Anda
Makan lebih banyak sayuran: Makan lebih banyak sayuran meningkatkan rasa kenyang, mengurangi asupan kalori dan memperlambat laju peningkatan glukosa darah, sehingga insulin dalam tubuh, yang tidak cukup, memiliki cukup waktu untuk mengatasi peningkatan glukosa darah.
Kurangi makan garam: terlalu banyak garam dapat menyebabkan retensi air dan natrium dalam tubuh, yang buruk bagi tekanan darah dan glukosa darah. Makanan yang tinggi garam (natrium klorida) juga perlu dikontrol, seperti kecap asin, monosodium glutamat, makanan acar, dan makanan kaleng.
Kurangi makan gula: ketika tubuh mengonsumsi gula tambahan, gula darah naik dengan cepat, sehingga membebani pankreas.
Kurangi konsumsi alkohol: alkohol menyediakan “kalori kosong” yang tidak mengandung serat makanan, vitamin, protein, dan elemen bermanfaat lainnya, yang dapat mengganggu metabolisme normal lipid darah dan berdampak buruk pada metabolisme glukosa darah.
Berolahragalah dengan benar dan kendalikan berat badan Anda: kelebihan berat badan dan obesitas meningkatkan beban pada pankreas, meningkatkan resistensi insulin dan meningkatkan risiko diabetes. Disarankan agar orang yang obesitas dan kelebihan berat badan meningkatkan aktivitas harian mereka untuk memperbaiki resistensi insulin dan meningkatkan sensitivitas tubuh terhadap insulin sambil menurunkan berat badan.
Catatan: Kegemukan: indeks massa tubuh > 24 k g/m, obesitas > 28 k g/m, indeks massa tubuh = berat badan/tinggi badan
Jaga suasana hati Anda tetap santai
Keadaan pikiran yang stres dan cemas secara kronis dapat mengaktifkan sistem saraf simpatik dalam tubuh, yang pada gilirannya dapat menghambat sekresi insulin, yang selanjutnya memperburuk resistensi insulin dan berdampak buruk pada gula darah. Oleh karena itu, penting untuk mempertahankan kondisi pikiran yang baik.
Pemantauan glukosa darah secara teratur
Orang yang berisiko tinggi terkena diabetes dapat mengukur glukosa darah mereka secara teratur di rumah. Jika glukosa darah puasa ≥6,1 mmol/liter atau jika glukosa darah ≥7,8 mmol/liter setiap saat, perhatian medis yang cepat harus dicari.
Pengobatan aktif penyakit lain
Kondisi seperti hipertensi dan hiperlipidaemia meningkatkan risiko penyakit dan perlu diobati secara agresif untuk mengurangi risiko.
Minum obat bila perlu
Sebagian pasien mengalami peningkatan glukosa darah tetapi belum mencapai kriteria diagnostik untuk diabetes, yang dikenal sebagai pra-diabetes. Pasien dengan pra-diabetes memiliki kesempatan untuk menunda timbulnya diabetes tipe 2, atau bahkan membalikkannya, melalui intervensi gaya hidup aktif. Intervensi farmakologis dapat dipertimbangkan jika perlu, tetapi bukan merupakan tindakan pencegahan utama dan penting untuk mengikuti instruksi dokter Anda dan tidak memberikan obat sendiri.
Intervensi ini lebih efektif pada orang yang sudah berpuasa, atau glukosa darah postprandial yang tinggi. Sebagai contoh, studi Daqing di Cina menunjukkan bahwa makan lebih banyak sayuran, minum lebih sedikit alkohol dan makan lebih sedikit gula, menurunkan berat badan pada orang yang kelebihan berat badan atau obesitas, meningkatkan aktivitas sehari-hari dan melakukan setidaknya 20 menit aktivitas intensitas sedang setiap hari, mengurangi risiko terkena diabetes tipe 2 sebesar 43% setelah enam tahun menerapkan intervensi ini.