Virus akromegali mengacu pada human papillomavirus (HPV), yang dapat ditemukan dalam urin. Saat ini terdapat tiga hipotesis mengenai sumber sel yang terinfeksi HPV dalam urin: (1) luruhnya sel dari infeksi uretra yang terbatas; (2) ko-infeksi pada saluran kelamin bagian bawah dan uretra; dan (3) kontaminasi urin dengan luruhnya sel dari infeksi HPV pada saluran kelamin bagian bawah. Penelitian yang ada telah menunjukkan bahwa sel-sel yang terinfeksi HPV dalam urin kemungkinan besar berasal dari sel-sel yang terkelupas di area serviks atau vagina. Pengambilan sampel urin sederhana, nyaman, non-invasif, dan tidak memengaruhi status infeksi HPV tubuh, sehingga penggunaan spesimen urin untuk tes HPV yang diterapkan di klinik merupakan salah satu titik fokus penelitian saat ini. Namun, penelitian saat ini tentang pengujian HPV berdasarkan spesimen urin tidak diterapkan pada kondiloma akuminatum, melainkan pada skrining kanker serviks, yang melengkapi strategi skrining yang sudah ada, atau pada epidemiologi dan pemantauan kemanjuran vaksin HPV.