Diagnosis dini kanker endometrium

Kanker endometrium memiliki beberapa gejala klinis awal yang memudahkan deteksi dini: misalnya, perdarahan vagina yang tidak teratur setelah menopause atau gangguan menstruasi menopause; perdarahan tidak teratur akibat tamoxifen oral jangka panjang; menstruasi tidak teratur pada pasien infertil, seperti sindrom ovarium polikistik atau amenorea jangka panjang, tetapi tiba-tiba terjadi perdarahan tidak teratur. Metode skrining meliputi ultrasonografi, yang dapat mencari ekogenisitas abnormal dan penebalan endometrium yang tidak homogen, yang perlu diidentifikasi sebagai polip atau hiperplasia endometrium yang menyerupai polip, serta massa yang tidak homogen, ekogenisitas yang tidak teratur, atau bahkan sinyal aliran darah yang abnormal, atau perubahan kekerasan dan elastisitas endometrium, meskipun tidak menebal. Ultrasonografi atau sonografer akan menyarankan lesi awal dan dapat dilanjutkan dengan pengujian penanda tumor CA125. Histeroskopi skrining juga dapat dilakukan. Histeroskopi dianggap sebagai cara yang lebih baik untuk mendiagnosis kanker endometrium. Hal ini karena lebih minimal invasif dan memungkinkan visualisasi langsung rongga rahim dari ruang lingkup untuk melakukan pengikisan sehingga lesi dini tidak terlewatkan. Secara keseluruhan, masih ada metode diagnostik dini untuk kanker endometrium dan jika gejala awal muncul, Anda harus selalu pergi ke rumah sakit dan meminta dokter Anda untuk melakukan tes.