Studi ini secara retrospektif menganalisis risiko pneumonia pada pasien asma yang menggunakan kortikosteroid inhalasi dalam uji coba awal yang terdiri dari semua uji coba double-blind dan terkontrol plasebo selama periode R3 bulan. Pada percobaan awal, kemungkinan pneumonia adalah 0,5% pada kelompok budesonide dibandingkan dengan 1,2% pada kelompok plasebo, dan kejadian pneumonia berat adalah 0,15% pada kelompok budesonide dibandingkan dengan 0,13% pada kelompok plasebo. Dalam uji coba kedua, 0,70 persen pasien mengalami pneumonia dan 0,17 persen mengalami pneumonia berat. Glukokortikoid inhalasi dosis tinggi tidak meningkatkan risiko pneumonia dan tidak ada perbedaan yang signifikan antara budesonide dan fluticasone propionate. Glukokortikosteroid inhalasi adalah pengobatan andalan untuk asma bronkial dan dapat meningkatkan kualitas hidup dan memperpanjang kelangsungan hidup. Hasil meta-analisis ini dapat memungkinkan pasien asma merasa nyaman dengan kortikosteroid inhalasi. Para penulis membandingkan 10.000 pasien dalam kelompok eksperimen yang menghirup glukokortikoid dengan mereka yang menghirup plasebo dan tidak menemukan peningkatan risiko pneumonia pada pasien yang menghirup glukokortikoid; pada kenyataannya, risiko menurun dari 1,2% menjadi 0,5% per tahun. Hasil penelitian ini berlaku untuk pasien asma dan bukan untuk pasien penyakit paru obstruktif kronis. HASIL: Kortikosteroid inhalasi tidak meningkatkan risiko pneumonia pada pasien asma.