Apa yang dimaksud dengan vertigo neurologis?

Vertigo neurogenik memiliki banyak penyebab dan dapat dibagi menjadi dua kategori menurut lokasi lesi dan manifestasi klinisnya, terutama meliputi vertigo sentral dan vertigo perifer. 1. Vertigo sentral: mengacu pada vertigo yang disebabkan oleh lesi segmen intrakranial saraf vestibular, inti saraf vestibular, otak kecil, dan korteks serebral. Derajat vertigo sentral ringan, tetapi durasinya lama, biasa terjadi pada spondilosis serviks, suplai darah arteri vertebra-basilar yang tidak mencukupi, infark serebral, dll. Amplitudo nistagmus lebih besar, tetapi durasinya lama. Amplitudo nistagmusnya lebih besar, arah kemiringan tidak ada hubungannya dengan posisi kepala, kerusakan pendengaran tidak jelas, dan sering terjadi kerusakan saraf otak. 2. Vertigo perifer: mengacu pada vertigo yang disebabkan oleh lesi pada reseptor vestibular atau bagian ekstrakranial saraf vestibular. Derajat vertigo perifer parah dan durasinya pendek, yang umum terjadi pada labirinitis, penyakit Meniere, neuronitis vestibular, dan penyakit lainnya. Nistagmusnya memiliki amplitudo yang kecil, dan arah kemiringan berhubungan dengan posisi kepala, sering disertai dengan tinitus, gangguan pendengaran dan gejala otonom, tanpa kerusakan fungsi otak. Vertigo neurogenik sering kali disertai dengan pusing, tinnitus, dan gejala lainnya, dan pada kasus yang parah, gejala otonom seperti mual, muntah, pucat, berkeringat dingin, dan penurunan tekanan darah juga dapat terjadi. Jika terdapat manifestasi klinis yang sesuai, Anda harus segera ke rumah sakit untuk konsultasi dan perawatan standar.