Ada beberapa jenis aritmia pada lansia: aritmia cepat, aritmia lambat dan aritmia tidak teratur. Manifestasinya bervariasi, dengan beberapa pasien yang hadir dengan detak jantung yang kacau, yang lain dengan dada sesak, jantung berdebar, berkeringat dan lemas, sementara identifikasi terbaik dilakukan oleh dokter. Hal pertama yang harus dilakukan adalah merasakan denyut nadi seseorang, apakah denyut nadinya berdetak lebih cepat, lebih dari 100 denyut per menit, atau berdetak tidak teratur atau lambat, yang merupakan cara paling penting untuk mengidentifikasinya. Oleh karena itu, pasien yang datang dengan gejala pusing, dada sesak dan jantung berdebar tidak spesifik. Anda tidak boleh berasumsi bahwa karena pusing, dada sesak atau jantung berdebar, itu pasti aritmia, tetapi pada kenyataannya, Anda perlu menggabungkannya dengan denyut nadi, detak jantung, atau bahkan EKG Anda sendiri di rumah sakit. Salah satu manifestasi terburuk aritmia pada pasien adalah sinkop dan kehilangan kesadaran, yang biasanya menunjukkan bahwa aritmia ganas telah mempengaruhi pemompaan darah ke jantung dan perfusi organ. Jika terjadi sinkop sementara, kehilangan kesadaran atau bahkan kejang-kejang, pasien harus dibawa ke rumah sakit sesegera mungkin untuk mendapatkan perawatan penyelamatan jiwa.