Suasana hati yang buruk akibat kemarahan kadang-kadang menghambat pusat pernapasan, dan ketika pusat pernapasan kembali normal, maka dibutuhkan napas dalam-dalam yang tidak disengaja, yang merupakan kompensasi antara kegembiraan otak dan penghambatan.
Hal ini kadang-kadang dapat bermanifestasi sebagai sesak napas di dada.