Hematuria dan proteinuria mungkin terkait dengan faktor fisiologis, glomerulonefritis, infeksi saluran kemih, pielonefritis, dan faktor lainnya. Pasien dapat diobati dengan perawatan umum, minum obat dan sebagainya. 1. Faktor fisiologis: Hematuria dan proteinuria mungkin terkait dengan olahraga berat yang tiba-tiba, stres dan faktor fisiologis lainnya. Gejala hematuria dan proteinuria yang disebabkan oleh faktor fisiologis dapat diperbaiki dengan bersantai dan beristirahat, dan biasanya dapat kembali normal. 2. Glomerulonefritis: hematuria dan proteinuria yang disebabkan oleh glomerulonefritis dapat diobati dengan glukokortikosteroid seperti prednison, imunosupresan seperti siklofosfamid, siklosporin, dll., dan obat-obatan seperti kaptopril. 3. Infeksi saluran kemih: hematuria dan proteinuria yang disebabkan oleh infeksi saluran kemih dapat diobati dengan antibiotik seperti ofloksasin dan amoksisilin. 4. Pielonefritis: hematuria dan proteinuria yang disebabkan oleh pielonefritis dapat diobati dengan antibiotik seperti ofloksasin, amoksisilin, dan sefalosporin. Semua obat di atas harus digunakan sesuai dengan petunjuk dokter. Mungkin ada penyebab lain dari hematuria dan proteinuria, sehingga disarankan agar pasien pergi ke rumah sakit tepat waktu untuk mengklarifikasi penyebab penyakit dan memilih rencana perawatan yang tepat di bawah bimbingan dokter untuk mencegah perkembangan penyakit.