Pasien dengan kondisi dasar yang baik dapat menyelesaikan 8 sesi kemoterapi. Kanker pankreas adalah salah satu jenis penyakit tumor ganas yang angka kejadiannya menunjukkan tren peningkatan yang jelas, baik di dalam maupun di luar negeri, penyebab penyakit ini belum sepenuhnya jelas, tetapi penyelidikan epidemiologi menunjukkan bahwa kejadiannya terkait erat dengan sejumlah faktor risiko. Pasien kanker pankreas dapat diobati sesuai dengan stadium patologis penyakitnya, dan ada banyak cara pengobatan yang tersedia, kemoterapi adalah salah satu yang paling sering digunakan. Kondisi setiap pasien kanker pankreas berbeda, dan rejimen kemoterapi yang digunakan pun akan bervariasi. Tidak ada bukti ilmiah yang menyatakan bahwa seorang pasien tidak dapat bertahan hidup setelah menjalani delapan sesi kemoterapi, sehingga pernyataan ini tidak dapat dipercaya. Kemoterapi sendiri merupakan pengobatan yang dapat menyembuhkan penyakit dan meningkatkan prognosis. Karena kanker pankreas memiliki tingkat keganasan yang tinggi, perkembangan penyakit yang cepat, dan onset yang relatif berbahaya, sebagian besar pasien kanker pankreas telah berkembang ke tahap menengah dan akhir ketika mereka menemukan penyakit ini. Prognosisnya buruk, dan memang beberapa pasien menghentikan kemoterapi karena stadium akhir penyakit dan ketidakmampuan mereka untuk mentoleransi efek samping dari delapan sesi kemoterapi. Untuk mendeteksi kanker pankreas pada tahap awal, dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan medis secara teratur dan segera melakukan intervensi jika ada lesi abnormal dalam tubuh.