Apa cara terbaik untuk makan sehat dengan diabetes tipe 1?

Bagi penderita diabetes tipe 1, penting untuk mempertahankan pola makan yang sehat. Namun demikian, ini tidak berarti bahwa pasien tidak dapat menikmati makanan lezat yang mereka sukai.

Mengapa diet itu penting?

Pada diabetes tipe 1, tubuh berhenti memproduksi insulin. Akibatnya, suntikan insulin atau pompa insulin diperlukan setiap hari, yang sangat penting untuk melacak kadar gula darah.

Insulin hanyalah bagian dari persamaan. Diet dan olahraga juga membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil. Membuat pilihan makanan sehat sambil makan sejumlah makanan pada waktu yang ditentukan setiap hari tidak hanya membantu mengontrol kadar gula darah, tetapi juga mengurangi kemungkinan mengembangkan kondisi terkait diabetes seperti penyakit jantung, penyakit ginjal dan kerusakan saraf.

Apa yang harus dimakan

Beberapa ahli berpendapat bahwa ada ‘diet diabetes’. Mereka percaya bahwa penderita diabetes harus menghindari makanan yang mengandung gula atau berhenti makan makanan tertentu. Tetapi pada kenyataannya, penderita diabetes tipe 1 dapat membuat pilihan diet yang sehat seperti orang lain.

Harap ikuti panduan dasar ini.

Kurangi makan lemak yang tidak sehat. Kurangi asupan lemak jenuh dari daging berlemak tinggi seperti bacon dan daging giling biasa, dan produk susu penuh lemak seperti susu murni dan mentega. Lemak yang tidak sehat dapat meningkatkan kemungkinan terkena penyakit jantung. Penderita diabetes memiliki peluang lebih tinggi dari rata-rata untuk terkena penyakit jantung. Oleh karena itu, pasien perlu membuat pilihan diet yang masuk akal untuk mengurangi risiko terkena penyakit ini.
Makanlah serat yang cukup. Serat membantu mengontrol gula darah. Anda bisa mendapatkan serat dari biji-bijian, kacang-kacangan, buah-buahan dan sayuran. Cobalah untuk mempertahankan asupan harian 25 hingga 30 gram.
Makanan berserat tinggi adalah pilihan yang lebih baik daripada karbohidrat rendah serat, seperti biji-bijian ‘putih’ olahan dan makanan bergula olahan.

Menghitung jumlah karbohidrat

Karbohidrat adalah sumber energi utama tubuh. Karbohidrat dapat dikonsumsi dari banyak makanan, seperti biji-bijian (nasi, pasta, roti, biskuit graham dan biskuit), buah dan sayuran, produk susu dan gula.

Karbohidrat adalah makanan yang paling cepat meningkatkan gula darah. Jumlah dan jenis karbohidrat yang dikonsumsi dapat mempengaruhi pengobatan diabetes.

Menghitung karbohidrat dapat membantu orang melacak jumlah karbohidrat yang mereka konsumsi. Jumlah karbohidrat yang harus dikonsumsi setiap kali makan dan camilan dapat ditentukan bersama dengan dokter atau ahli diet. Gram karbohidrat dalam makanan dapat dihitung dengan menggunakan label makanan, aplikasi atau nilai referensi lainnya.

Gula dan pengganti gula

Sebagian orang berpikir bahwa gula ‘menyebabkan’ diabetes. Namun, diabetes tipe 1 disebabkan oleh faktor genetik dan faktor lainnya. Namun demikian, banyak makanan manis yang mengandung karbohidrat tingkat tinggi, yang dapat memengaruhi kadar gula darah seseorang.

Bahkan makanan ‘bebas gula’ tidak berarti mengandung lebih sedikit karbohidrat atau kalori. Baca label produk untuk menghitung jumlah karbohidrat yang dikonsumsi. Selain itu, pasien dapat mempertimbangkan untuk mengonsumsi makanan dan minuman yang rendah kalori atau mengandung pemanis buatan, karena ini dapat memuaskan rasa manis tanpa menambahkan karbohidrat dan kalori ekstra.

“Makanan super” diabetes

American Diabetes Association merekomendasikan makanan lezat berikut ini. Makanan-makanan ini rendah karbohidrat (juga dikenal sebagai makanan indeks glikemik rendah) dan kaya akan nutrisi utama seperti kalsium, potasium, serat, magnesium dan vitamin lainnya.

Kacang
Sayuran berdaun hijau gelap
Buah jeruk
Ubi jalar
Buah beri
Tomat
Ikan yang kaya akan asam lemak omega-3 (misalnya salmon)
Biji-bijian utuh
Kacang-kacangan
Yoghurt dan susu tanpa lemak