Biasanya, anak-anak dengan riwayat kejang demam akan berhenti sekitar usia 5 tahun. Kejang demam biasanya terjadi karena otak anak belum berkembang dan dipengaruhi oleh infeksi virus dan bakteri serta faktor genetik yang menyebabkan keluarnya cairan yang tidak normal saat demam, sehingga menyebabkan kejang otot dan anggota tubuh yang berirama. Sebagian besar anak mengalami kejang demam antara usia 6 bulan hingga 3 tahun. Sebagian besar anak mengalami kejang yang jarang terjadi, tetapi setelah usia 5 tahun, otak anak berkembang secara bertahap dan kejang demam biasanya tidak terjadi lagi. Jika seorang anak terus mengalami kejang setelah usia 5 tahun, kejang-kejang tersebut disebut kejang demam kompleks dan berpotensi mengembangkan epilepsi dan perlu segera diperiksakan ke dokter anak di rumah sakit untuk pemeriksaan mendetail guna memperjelas diagnosis. Selain itu, orang tua harus tetap tenang dan diam ketika kejang demam terjadi, melarang semua stimulasi yang tidak perlu pada anak dan menjaga agar jalan napasnya tetap terbuka.